Lompat ke konten

Sekilas Tentang Pertarungan Tiga Perusahaan Travel Online Besar di Indonesia: Traveloka Vs Agoda Vs Booking.com

Indonesia adalah pasar yang berkembang pesat dalam industri pariwisata, dengan populasi yang terus bertambah dan pendapatan yang terus meningkat, semakin banyak orang yang ingin berwisata. Akibatnya, banyak Online Travel Agent (OTA) telah memasuki pasar untuk memanfaatkan kesempatan ini. Kini, setelah pandemi COVID-19 terkendali dan perbatasan di seluruh dunia telah dibuka, Indonesia mengharapkan pertumbuhan baru di sektor pariwisata. Bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Groundhog Mobility Intelligence (Groundhog MI) memberikan wawasan tentang pasar OTA untuk tiga pemain besar di Indonesia: Traveloka, Agoda, dan Booking.com.

Pasar OTA Indonesia telah didominasi oleh Traveloka, Agoda, dan Booking.com selama beberapa tahun terakhir. Dalam menganalisis pengguna aktif untuk kuartal pertama tahun 2023, Agoda mengalami peningkatan sebesar 17,7% dibandingkan dengan Booking.com yang hanya mengalami peningkatan sebesar 5,6%. Sebaliknya, Market share Traveloka menunjukkan penurunan drastis sebesar 21,8% dalam satu kuartal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk upaya pemasaran dari masing-masing perusahaan.

Market Share OTA Indonesia di Q1, 2023 (Traveloka vs Agoda vs Booking.Com)

Menurut data Groundhog MI-DMP, tren pada kuartal terakhir menunjukkan bahwa semua OTA mencapai puncaknya selama musim Natal dan menurun setelahnya. Dibandingkan dengan yang lain, Booking.com tetap cukup konsisten dalam jumlah pengguna, sementara Traveloka mencapai puncaknya dan menurun di beberapa titik dalam empat bulan terakhir. Salah satu kemungkinan untuk hal ini adalah bahwa Traveloka berfokus pada pasar perjalanan domestik yang memungkinkan mereka untuk menyesuaikan jasa mereka dengan kebutuhan dan preferensi wisatawan Indonesia.

Traffic Trend Pasar OTA Indonesia di Q1, 2023 (Traveloka vs Agoda vs Booking.Com)

Groundhog MI-DMP™ menawarkan dashboard eksklusif bagi Pengiklan dan Agensi untuk menemukan target audiens mereka dari berbagai dimensi termasuk lokasi dan data demografis.

Audience Demographic  (Traveloka vs Agoda vs Booking.Com)

Dalam hal distribusi usia, kita dapat melihat perbedaan yang lebih jelas. Generasi milenial berusia 25-34 tahun lebih gemar menggunakan Traveloka. Hal ini dapat dikaitkan dengan strateginya yang berfokus pada pemasaran digital, menggunakan platform media sosial seperti Instagram untuk menargetkan wisatawan milenial dan Gen Z. Audiens Agoda dan Booking.com di Indonesia sedikit lebih tua, dengan persentase pengguna berusia 35-54 tahun yang lebih besar. Mereka cenderung memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna Traveloka, dengan banyak diantaranya berada di bawah kelompok pendapatan kelas menengah ke atas.

Audience Demographic  (Traveloka vs Agoda vs Booking.Com)

Hal yang juga menarik untuk dicatat adalah bahwa pengguna tidak hanya menggunakan satu platform saja. Traveloka, Agoda, dan Booking.com telah mampu menunjukkan tumpang tindih yang relatif kecil di antara basis pengguna mereka. Fakta bahwa hanya sekitar 5% pengguna OTA di Indonesia yang menggunakan ketiga platform tersebut dalam satu kuartal terakhir mungkin cukup mengejutkan, yang berarti hanya 18,5% pengguna yang cenderung membandingkan harga di berbagai platform sebelum melakukan pemesanan.

Platform Overlap  (Traveloka vs Agoda vs Booking.Com)

Para pengguna berat dari ketiga platform tersebut bahkan lebih muda. Untuk Traveloka, pengguna berusia 25-34 tahun 4% lebih tinggi daripada pengguna normal. Selain itu, pengguna berat berusia 35-44 tahun dari Booking.com juga 1% lebih tinggi dari pengguna normal, ini menunjukkan rentang usia yang lebih luas untuk pengguna berat, dibandingkan dengan platform lainnya.

Komparasi Heavy Users vs Normal Users (Traveloka)
Komparasi Heavy Users vs Normal Users ( Agoda)
Komparasi Heavy Users vs Normal Users ( booking.com)

Groundhog MI membantu brand untuk berkomunikasi kepada lebih dari 80 juta audiens secara tepat dan transparan dengan menjadikan data telekomunikasi yang diperkaya dapat diakses dan bermanfaat. Dikenal karena kumpulan data kami yang komprehensif di seluruh dunia digital, kami juga menyediakan analisis traffic bagi klien untuk tetap berada di jajaran terdepan dalam kompetisi. Tidak mengherankan jika pengguna ketiga platform tersebut memiliki minat yang sama dalam hal perilaku online.

kBcw8XO
CategoryApps
Social MediaInstagram, Facebook, SnapChat, Facebook Messenger, Twitter, TikTok
Video and EntertainmentYouTube, Spotify
E-commerceShopee, Amazon, Lazada
Maps and NavigationGoogleMap

Secara spesifik mengamati aplikasi-aplikasi dalam kategori teratas. Kita dapat menyimpulkan bahwa pengguna dari ketiga platform tersebut mungkin memiliki preferensi yang berbeda untuk aplikasi media sosial dan e-commerce. Pengguna Traveloka lebih suka menggunakan Shopee daripada yang lain, sementara pengguna Agoda tampaknya lebih suka menggunakan Tik Tok daripada yang lain.

Secara keseluruhan, pasar OTA masih terus dibentuk oleh para pemain yang dominan. Dengan menganalisis demografi, minat, dan pola perilaku audiens mereka dengan DMP, platform ini tidak hanya dapat memberikan pengalaman pemesanan yang dipersonalisasi dan tanpa hambatan, tetapi juga dapat meningkatkan bisnis mereka ke target audiens yang lebih tepat. Seiring dengan pertumbuhan industri online travel agent di Indonesia, memahami audiens akan menjadi kunci untuk tetap kompetitif dan relevan di pasar. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang vertikal ekonomi digital lainnya atau hanya ingin menjangkau audiens kami yang berkualitas, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui situs web resmi dan WhatsApp.