Skip to content
DSP & DDKT Studi Kasus Kesuksesan

Meningkatkan Performa E-commerce Sportswear|Bagaimana Demand Gen Memicu Klik dan Konversi

Bagaimana merek sportswear dapat menggunakan Demand Generation untuk membangun persepsi merek yang lebih kuat? Penurunan CPC sebesar 22% dan CTR Native yang mengungguli banner sebanyak 5 kali lipat—inilah bagaimana tiga strategi utama Demand Gen membantu meningkatkan performa secara dramatis dan mendorong konversi.

sportswear Demand Gen 運動品牌電商

1. Mengikuti Tren Demand Gen: Dari “Menjual Produk” Menjadi “Menjual Persepsi”

Menurut Salesforce, Demand Generation adalah tentang membangun kesadaran (awareness), minat, dan kepercayaan terhadap suatu merek atau produk sehingga calon pelanggan secara alami mengembangkan niat beli. Strategi ini beroperasi di bagian paling atas dari corong pemasaran (marketing funnel)—bukan untuk memaksakan penjualan instan, tetapi untuk membentuk persepsi merek di kalangan konsumen yang mungkin belum mempertimbangkan pembelian atau yang belum mengenal merek tersebut.
Pergeseran ini selaras dengan perilaku konsumen modern: mereka tidak hanya membandingkan fitur produk—mereka membandingkan impresi merek, relevansi budaya, dan resonansi gaya hidup.
Dengan kampanye Demand Gen, merek dapat meninggalkan kesan yang mendalam, meningkatkan kemungkinan bahwa saat konsumen akhirnya siap untuk membeli, merek Anda adalah yang pertama kali muncul di pikiran (top of mind). Pendekatan “impresi dulu, konversi kemudian” ini adalah keunggulan kompetitif jangka panjang bagi merek e-commerce sportswear.
Artikel ini merangkum bagaimana kami mengubah strategi iklan dari pesan tradisional yang didorong oleh promosi menjadi taktik Demand Gen yang didorong oleh impresi—memperdalam persepsi merek dan mendorong hasil yang lebih kuat.

Baca Selengkapnya: Apa itu Demand Generation?

2. Optimasi Kunci yang Mendorong Performa Iklan yang Lebih Baik

Dalam tahap ini, konsumen tidak hanya membandingkan fitur produk—mereka membandingkan persepsi merek, relevansi budaya, dan keselarasan gaya hidup. Kampanye Demand Gen membantu meningkatkan “nilai impresi” merek, sehingga jauh lebih mungkin bagi merek Anda untuk menjadi yang pertama diingat saat konsumen siap membeli.
Berikut adalah bagaimana kami menggeser strategi periklanan kami:

(1) Penargetan Audiens: Dari “Niat Belanja” ke “Minat Gaya Hidup

Kami menganalisis pengunjung situs selama 30 hari menggunakan platform analitik audiens DDKT dan mengidentifikasi lima kluster minat yang kuat:

Tren dan Mode
Pencinta Kuliner
Antusias Luar Ruangan
Pakaian dan Penataan Gaya
Perencana Perjalanan

Wawasan ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mencari produk olahraga—mereka mencari merek yang beresonansi dengan tren, gaya hidup, dan budaya.
Untuk menyelaraskan dengan preferensi ini, kami menargetkan pengguna berusia 18–34 tahun dengan minat pada budaya pop Korea serta perjalanan/kuliner. Kami menggunakan Iklan Native yang menampilkan visual gaya hidup “Penataan Gaya ala Korea × Perjalanan Luar Ruangan”. Hal ini membuat iklan terasa seperti rekomendasi konten, bukan iklan produk yang memaksa.

CTR meningkat lipat

3 × ↑ dibandingkan dengan audiens dengan niat belanja

CPC menurun secara signifikan.

22.9%

(2) Format Iklan: Menyatu dengan Konten untuk Membangun Kepercayaan dan Mendorong Interaksi yang Lebih Tinggi

Selama kampanye, kami menyadari bahwa iklan banner menghasilkan visibilitas yang kuat tetapi kesulitan dengan rasio klik-tayang di awal. Untuk meningkatkan performa, kami secara bertahap meningkatkan proporsi Iklan Native—format iklan yang menyatu lebih mulus dengan konten media. Pendekatan seimbang ini membantu kami meningkatkan CTR sambil tetap mempertahankan jangkauan yang solid. Pada saat yang sama, kami melakukan retargeting kepada pengguna yang mengunjungi situs dalam 7 hari terakhir, untuk mengingatkan mereka kembali pada produk yang telah mereka lihat sebelumnya.

CTR Native mengungguli CTR banner sebesar

5.16 x ↑ lipat

CTR Retargeting melampaui semua kelompok audiens lainnya

2.15%

(3) Strategi Waktu: Menyesuaikan Pola Gaya Hidup Audiens + Retargeting yang Lebih Kuat

Kami mengamati bahwa sebagian besar pengguna yang mengunjungi dan menyelesaikan pembelian cenderung melakukan konversi pada waktu-waktu tertentu: 08.00–10.00 (40%), 14.00–15.00 (40%), dan 21.00 (20%).
Karena Demand Gen menekankan pada koneksi dengan konsumen selama “momen santai”, kami mengoptimalkan pengiriman iklan dengan mengalokasikan kembali anggaran ke jendela waktu konversi tinggi ini. Kami juga memperkuat retargeting untuk pengguna yang telah memasukkan barang ke keranjang belanja dalam sebulan terakhir tetapi belum melakukan checkout.

Tingkat konversi lebih tinggi selama slot waktu utama

37.5%

CPC Keseluruhan menurun di seluruh kampanye

22.9%↓

Kesimpulan: Periklanan Bukan Tentang Memaksakan Pesan—Tetapi Tentang Menciptakan Resonansi

Setiap merek sportswear memiliki identitas dan audiens targetnya sendiri. Selain membina pelanggan yang sudah ada, kunci pertumbuhan adalah menangkap konsumen baru pada momen yang tepat dengan menciptakan permintaan sebelum mereka siap untuk membeli.
Ketika konsumen memandang merek secara positif—terhubung melalui penceritaan gaya hidup, kedekatan budaya, atau duta merek yang berpengaruh—hal itu memicu resonansi emosional. Koneksi tersebut meningkatkan minat, mendorong keterlibatan, dan pada akhirnya mengarah pada konversi.
Apakah pesannya berakar pada inspirasi gaya hidup atau diperkuat dengan dukungan tokoh ternama, kesuksesan datang dari pemahaman akan kebutuhan konsumen dan menggabungkannya dengan strategi iklan yang efektif serta wawasan perilaku. Inilah cara merek mencapai hasil pemasaran dengan efisiensi tinggi.

Berhenti Menebak. Mulai Mengetahui.

Aktifkan Deep Dive Key Targeting (DDKT) hari ini — Gunakan data untuk benar-benar memahami audiens Anda dan pastikan setiap tayangan iklan memberikan hasil yang berarti.

聯絡我們 04

Groundhog Technologies

en_USEN_US
Privacy Policy
Groundhog MI | Mobility Intelligence
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.